Menghancurkan Stigma: Hyundai Ioniq 5 N Buktikan EV Tidak Membosankan
Selama ini, mobil listrik (EV) sering dianggap membosankan oleh para pecinta otomotif. Banyak petrol head menyebut EV terlalu senyap dan tidak memiliki karakter. Bahkan, ada yang mencapnya sekadar “gadget berjalan”.
Namun, pandangan saya berubah drastis. Setelah 10 hari menguji Hyundai Ioniq 5 N, stigma tersebut hancur berkeping-keping.
Rasa penasaran menjadi alasan utama saya memilih mobil ini untuk program Lebaran Drive OTO Media Group. Sejak meluncur global pada ajang Goodwood Festival of Speed 2023, EV ini langsung menjadi buah bibir. Tentu saja ada yang menghujat, tetapi banyak juga yang kagum.
Buktinya, mobil ini sukses menyabet gelar World Performance Car 2024 di ajang World Car Awards. Sebelumnya, tim kami juga berkesempatan menguji performanya secara langsung di Taean, Korea Selatan, pada Mei 2024. Tidak lama setelah itu, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) resmi meluncurkannya di ajang GIIAS pada Juli 2024 dengan harga Rp1,3 miliar (OTR).
Bukan Sekadar Ioniq 5 yang ‘Dandan’
Secara visual, Ioniq 5 N masih mempertahankan desain retro-futuristik khas saudaranya. Namun, versi N tampil jauh lebih garang. Mobil ini mendapat tambahan body kit baru, diffuser agresif, dan lips bumper depan. Selain itu, aksen Luminous Orange membuatnya terlihat sangat menonjol di jalan.
Pelek berukuran 21 inci dengan ban Pirelli P-Zero juga bukan sekadar hiasan. Kombinasi ini berfungsi menahan tenaga raksasa agar tidak terbuang sia-sia. Kaliper rem besar berwarna kontras pun memiliki performa tinggi untuk mengimbangi keagresifan mobil ini.
Sebagai informasi, Hyundai N adalah sub-merek khusus mobil performa tinggi. Konsepnya mirip dengan divisi M milik BMW atau AMG dari Mercedes-Benz. Divisi ini lahir langsung dari dunia motorsport dengan DNA balap yang sangat kental.
Sensasi Berkendara: Kebohongan yang Indah

Mobil listrik ini lahir dengan bakat yang serbabisa. Anda bisa menggali banyak kemampuan melalui menu N di layar head unit. Namun, fitur paling menarik adalah tombol N e-Shift di area setir. Di sinilah Hyundai menunjukkan “sihir” perangkat lunaknya.
Ketika Anda menekan tombol tersebut, mobil seolah memiliki sistem transmisi sungguhan. Saat menarik paddle shift, terasa hentakan khas transmisi dual-clutch 8-percepatan. Ada jeda torsi yang membuat tubuh terdorong ke depan, persis seperti mengendarai mobil bermesin bensin performa tinggi.
Sensasi ini semakin nyata berkat fitur N Active Sound+. Suara mesin meraung kencang melalui speaker internal dan eksternal. Telinga saya benar-benar tertipu. Terdengar raungan mesin turbo yang sesekali meletup saat perpindahan gigi.
Jujur saja, pada beberapa hari pertama, saya enggan menyalakan musik di kabin. Saya lebih sibuk bermain perpindahan gigi virtual karena ketagihan dengan sensasi suara dan operan gigi buatan ini.
Output Brutal hingga Fitur Drift

Secara spesifikasi teknis, Ioniq 5 N menggunakan motor ganda berpenggerak semua roda (All-Wheel Drive). Mobil ini juga memiliki fitur N Grin Boost (NGB) dengan tombol merah di sisi kanan setir.
Saat Anda menekannya, tenaga sebesar 641 Hp dan torsi 770 Nm langsung meledak. Hasilnya, akselerasi 0-100 km/jam tuntas hanya dalam 3,4 detik.
Performa mobil ini bukan sekadar cepat, melainkan sangat brutal. Tarikannya bisa membuat pandangan mengabur saat tubuh terhempas ke jok bucket. Oleh karena itu, Anda butuh insting dan keahlian berkendara yang mumpuni untuk menggebernya.
Kejutan lainnya hadir lewat fitur N Drift Optimizer. Walaupun berbobot 2,2 ton, mobil ini bisa melakukan drift dengan sangat terkontrol. Komputer secara cerdas membagi torsi ke roda depan dan belakang, membuat pengemudi awam terasa seperti drifter profesional.
Selain performa buas, kapasitas baterainya juga besar, yakni 84 kWh. Baterai ini sudah mendukung pengisian daya cepat CCS2 hingga 350 kW. Dalam kondisi penuh, jarak tempuhnya mencapai 448 kilometer (berdasarkan metode WLTP).
Fitur Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas

Meskipun terlahir sebagai mobil performa tinggi, Hyundai tidak melupakan aspek keselamatan. Pabrikan ini membekali Ioniq 5 N dengan perlindungan lengkap, seperti 7 Airbags, Electronic Stability Control, dan Auto Hold.
Selain itu, hadir pula sistem bantuan mengemudi canggih Hyundai Smart Sense, yang meliputi:
-
Forward Collision-Avoidance Assist (FCA): Mendeteksi risiko benturan depan dan melakukan pengereman otomatis.
-
Blind-Spot Collision-Avoidance Assist (BCA): Memantau blind spot untuk mencegah tabrakan saat pindah jalur.
-
Lane Following Assist (LFA) & Lane Keeping Assist (LKA): Menjaga mobil tetap di tengah marka jalan.
-
Smart Cruise Control (SCC) with Stop & Go: Mempertahankan kecepatan dan jarak aman secara otomatis.
-
Rear Cross-Traffic Collision-Avoidance Assist (RCCA): Memberikan pengereman otomatis jika ada kendaraan mendekat saat mundur.
-
Surround View Monitor (SVM) & Blind-Spot View Monitor (BVM): Memberikan visibilitas 360 derajat dan pantauan sisi kendaraan saat lampu sein aktif.
-
Safe Exit Assist (SEA): Memberikan peringatan pintu terbuka jika ada kendaraan dari belakang.
-
Driver Attention Warning: Memperingatkan pengemudi jika terdeteksi kelelahan atau mengantuk.
Kesimpulan
Hyundai Ioniq 5 N bukan sekadar alat transportasi dari titik A ke titik B. Lebih dari itu, mobil ini sukses menghapus stigma bahwa kendaraan listrik itu membosankan. Ioniq 5 N tidak lagi senyap, melainkan mampu berteriak lantang dengan karakter yang kuat.
Di masa depan, kita mungkin harus berpisah dengan mobil bermesin bensin karena tuntutan zaman. Namun, dengan hadirnya EV berpeforma tinggi seperti ini, rasanya kita tidak perlu terlalu bersedih. Transisi menuju era elektrifikasi ternyata bisa tetap memacu adrenalin.
Selama ini, mobil listrik (EV) punya reputasi membosankan di mata para pecinta otomotif utamanya petrol head. EV disebut terlalu senyap, tak berkarakter, bahkan banyak yang mencap seperti ‘gadget’ berjalan saja. Namun, setelah 10 hari saya bersama Hyundai Ioniq 5 N, secara subjektif stigma itu baru saja dihancurkan berkeping-keping.
Alasan paling utama memilih Hyundai Ioniq 5 N di program tahunan Lebaran Drive OTO Media Group adalah rasa penasaran yang meluap. Sejak meluncur global pada 2023 atau tepatnya di gelaran Goodwood Festival of Speed, Inggris, EV ini jadi buah bibir bibir publik. Ada yang menghujat tapi ada juga yang kagum. Kendati demikian, dengan segala bekalnya EV ini berhasil menyabet penghargaan World Performance Car 2024 di ajang World Car Awards.


