Ad image

Xpeng P7 dan X9 Berhasil Dongkrak Pendapatan Hingga 87 Persen di 2025

Bima Saputra
5 Min Read

Carbuotomotif – Raksasa kendaraan listrik asal Tiongkok, Xpeng, mencatatkan performa luar biasa sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, produsen otomotif yang berbasis di Guangzhou ini berhasil memangkas kerugian bersih hingga 80,3 persen. Di saat yang sama, pendapatan perusahaan melonjak drastis sebesar 87,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa strategi produk Xpeng berjalan sangat efektif di pasar global maupun domestik. Lonjakan pendapatan ini tidak lepas dari respon positif pasar terhadap jajaran model terbaru mereka. Penjualan Xpeng kini mencapai angka yang sangat fantastis dan mengancam para pesaingnya di industri kendaraan energi baru (NEV).

Why Is Xpeng P7 So Highly Popular?- GuangcaiAuto

Dua Model Kunci Pendongkrak Penjualan

Peningkatan pendapatan yang signifikan ini memiliki akar yang kuat pada dua model utama. Pertama adalah minivan Xpeng X9 yang mengusung sistem tenaga EREV (Extended Range Electric Vehicle). Mobil ini menawarkan solusi jarak tempuh yang lebih fleksibel bagi konsumen keluarga. Selain itu, sedan Xpeng P7 terbaru juga menjadi idola baru berkat desain dan teknologinya.
Xpeng to launch the X9 electric van in China - electrive.com

Tak berhenti di situ, crossover Xpeng G7 turut memberikan kontribusi besar dalam mendulang angka penjualan. Ketiga model ini berhasil mengisi segmen yang berbeda dengan sangat tepat. Xpeng mampu membaca keinginan konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan performa tinggi namun tetap efisien. Hasilnya, pengiriman kendaraan Xpeng secara global selama 2025 menembus angka 429.445 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 125,9 persen jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dominasi Kuat di Pasar Domestik China

Pasar domestik Tiongkok tetap menjadi lumbung utama bagi pundi-pundi keuangan Xpeng. Menurut data dari China EV DataTracker, Xpeng menjual sebanyak 383.873 unit kendaraan di Tiongkok saja. Pencapaian ini mewakili pertumbuhan sebesar 119,4 persen dalam setahun. Total pendapatan perusahaan kini tercatat mencapai 76,72 miliar yuan atau setara dengan Rp189 triliun.

Xpeng juga memiliki model dengan volume penjualan tinggi lainnya seperti Mona M03 dan P7+. Keberhasilan ini membuat Xpeng semakin percaya diri dalam mengembangkan teknologi masa depan. Menariknya, Xpeng kini juga berperan sebagai penyedia teknologi bagi pabrikan besar asal Jerman, Volkswagen. Kolaborasi ini mempertegas posisi Xpeng sebagai pemimpin inovasi di sektor perangkat lunak dan sistem penggerak listrik.

Tantangan di Awal Tahun 2026

Meski menutup tahun 2025 dengan hasil positif, Xpeng menghadapi tantangan berat di awal tahun 2026. Data terbaru menunjukkan terjadinya penurunan penjualan kendaraan yang cukup signifikan pada periode Januari hingga Februari. Xpeng hanya mengirimkan 28.415 unit kendaraan dalam dua bulan pertama tersebut. Angka ini turun sekitar 49,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Penurunan ini bukan tanpa alasan yang jelas. Industri kendaraan energi baru di China sedang menghadapi fase penghentian subsidi secara bertahap oleh pemerintah. Kebijakan ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat terhadap mobil listrik. Banyak produsen, termasuk Xpeng, harus memutar otak untuk menjaga minat beli konsumen tanpa dukungan subsidi negara.

Strategi Menghadapi Masa Depan

Xpeng tidak tinggal diam melihat penurunan penjualan di awal tahun 2026. Mereka sudah menyiapkan amunisi baru untuk merebut kembali pasar. Salah satu strategi utamanya adalah meluncurkan beberapa model kendaraan terbaru sepanjang tahun ini. Fokus utama tertuju pada SUV andalan mereka, yaitu Xpeng GX.

Model Xpeng GX baru saja masuk ke tahap produksi massal di pabrik mereka di China. SUV ini membawa ekspektasi besar untuk mendongkrak kembali angka pengiriman perusahaan. Xpeng yakin bahwa inovasi pada fitur otonom dan efisiensi baterai akan tetap menjadi daya tarik utama bagi konsumen. Mereka terus berinvestasi pada riset dan pengembangan agar tetap unggul dalam persaingan teknologi.

Menjaga Momentum Pertumbuhan Global

Ekspansi ke pasar internasional tetap menjadi agenda utama Xpeng ke depannya. Dengan jaringan distribusi yang semakin luas, Xpeng ingin membuktikan kualitas otomotif Tiongkok di mata dunia. Mereka terus memperkuat infrastruktur pengisian daya dan layanan purna jual di berbagai negara tujuan ekspor.

Kesuksesan di tahun 2025 menjadi modal penting bagi Xpeng untuk mengarungi tahun 2026 yang penuh ketidakpastian. Dukungan finansial yang lebih sehat memungkinkan mereka untuk bertahan di tengah perang harga yang sengit. Xpeng kini bukan lagi sekadar penantang, melainkan pemain utama yang mendikte tren kendaraan listrik global.

Share This Article