Ad image

Veda Ega Pratama Melesat dari P17 ke P6 di Jerez, Ini Hasil Balapan Moto3 Spanyol 2026

Larasati Kirana
5 Min Read

Drama luar biasa tersaji dalam gelaran Moto3 Spanyol 2026 yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Minggu kemarin. Faktanya, perhatian jutaan pasang mata tertuju pada pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Meskipun harus memulai balapan dari posisi yang kurang menguntungkan, Veda berhasil menunjukkan mental baja dan skill balap yang matang. Oleh karena itu, keberhasilannya merangsek naik sebelas posisi menjadi bukti bahwa ia adalah salah satu ancaman serius di kelas Moto3 musim ini.

Veda mengawali akhir pekan di Jerez dengan tantangan berat sejak sesi kualifikasi. Sebab, ia harus puas menempati posisi start ke-17 akibat kendala teknis pada setelan suspensi motornya. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai aksi comeback spektakuler Veda Ega Pratama di seri Eropa kali ini.


1. Start Agresif dan Manajemen Ban yang Cerdas

Memulai balapan dari barisan tengah (P17) di sirkuit sempit seperti Jerez membutuhkan perhitungan yang sangat presisi. Namun, Veda tidak gentar sedikit pun saat lampu hijau menyala. Ia langsung melakukan start agresif dan berhasil melewati tiga pembalap sekaligus di tikungan pertama. Selanjutnya, ia memilih untuk tidak langsung memaksakan ban depannya agar tetap awet hingga putaran terakhir.

Secara teknis, Veda menggunakan strategi pengereman yang sangat dalam (late braking) untuk mencuri posisi di tikungan-tikungan tajam Jerez. Oleh sebab itu, ia mampu menjaga ritme balapnya tetap konsisten di angka 1 menit 45 detik per lap. Singkatnya, ketenangan Veda dalam mengelola suhu ban menjadi kunci utama kemenangannya dalam perebutan posisi di barisan kedua.

2. Aksi “Remontada” di Lap-Lap Terakhir

Memasuki pertengahan balapan, Veda sudah berada di posisi ke-10. Meskipun demikian, ia tidak berpuas diri dan terus memburu grup depan yang dipimpin oleh pembalap tuan rumah. Satu per satu rivalnya harus mengakui keunggulan Veda dalam duel jarak dekat (wheel-to-wheel). Puncaknya terjadi di tiga lap terakhir saat ia berhasil melakukan aksi double overtake di tikungan Dry Sack.

Aksi ini membawa Veda naik ke posisi ke-6. Padahal, persaingan di grup tersebut sangatlah ketat dengan jarak antar pembalap yang hanya berkisar beberapa milidetik. Kita bisa melihat efisiensi Veda melalui perhitungan kecepatan rata-ratanya ($v$) selama balapan menggunakan rumus sederhana:

$$v = \frac{s}{t}$$

Di mana $s$ adalah total jarak tempuh balapan dan $t$ adalah total waktu yang ia catatkan. Dengan efisiensi yang tinggi, Veda berhasil memangkas jarak yang semula hampir 5 detik dari grup depan menjadi hanya tersisa 1,2 detik saat menyentuh garis finis.

3. Hasil Lengkap Moto3 Spanyol 2026

Balapan Moto3 di Jerez kali ini memang didominasi oleh para pembalap lokal Spanyol yang sangat mengenal karakter sirkuit. Namun, posisi ke-6 yang Veda raih terasa seperti sebuah kemenangan mengingat posisi startnya yang sangat jauh di belakang.

Berikut adalah hasil lima besar serta posisi Veda Ega Pratama:

Posisi Pembalap Tim Asal Negara
1 Angel Piqueras Leopard Racing Spanyol
2 David Alonso CFMOTO Gaviota Aspar Team Kolombia
3 Jose Antonio Rueda Red Bull KTM Ajo Spanyol
4 Collin Veijer Liqui Moly Husqvarna Intact GP Belanda
5 Ivan Ortola MT Helmets – MSI Spanyol
6 Veda Ega Pratama Red Bull KTM Ajo Indonesia

Oleh karena itu, tambahan 10 poin dari Jerez ini sangat krusial bagi posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026. Singkatnya, ia kini semakin kokoh berada di jajaran sepuluh besar pembalap terbaik dunia.

4. Evaluasi Tim dan Harapan untuk Seri Berikutnya

Manajer tim Red Bull KTM Ajo memberikan pujian selangit atas performa Veda di Spanyol. Sebab, Veda terbukti mampu beradaptasi dengan cepat meskipun kondisi suhu aspal di Jerez mencapai 45°C. Oleh sebab itu, tim teknis berkomitmen untuk memperbaiki performa motor saat kualifikasi agar Veda tidak lagi harus memulai balapan dari posisi belakang.

Selanjutnya, seri berikutnya akan berlangsung di Sirkuit Le Mans, Prancis. Jika Veda mampu mendapatkan posisi start di barisan depan, bukan tidak mungkin ia akan merengkuh podium pertamanya musim ini. Dengan dukungan jutaan rakyat Indonesia, mentalitas Veda saat ini sedang berada di puncaknya.


Kesimpulan

Penampilan Veda Ega Pratama di Jerez membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing secara adil dengan pembalap Eropa. Meskipun memulai dari P17, ia berhasil finis di posisi ke-6 melalui perjuangan yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, mari kita terus dukung “The Rising Star” dari Gunungkidul ini agar terus melesat di kancah MotoGP. Singkatnya, perjuangan Veda di Jerez semalam adalah tontonan berkelas yang akan selalu kita ingat.

Selamat, Veda! Teruslah terbang tinggi di aspal dunia!

Share This Article