Ad image

Merek China Dominasi SPK GIIAS 2026, Tembus 21 Ribu

Bima Saputra
9 Min Read

Merek China Dominasi GIIAS 2026, Raup Lebih dari 21 Ribu SPK

carbuotomotif – Persaingan industri otomotif Indonesia memasuki fase baru setelah GIIAS 2026 memperlihatkan pertumbuhan kuat sejumlah merek asal China. Data pemesanan yang dirilis masing-masing produsen menunjukkan gabungan merek China telah mengumpulkan lebih dari 21.000 Surat Pemesanan Kendaraan atau SPK selama pameran berlangsung.

Angka tersebut langsung menarik perhatian karena menunjukkan perubahan besar dalam pilihan konsumen Indonesia. Toyota memang masih mempertahankan posisi teratas jika perolehan SPK dihitung berdasarkan satu merek. Namun, BYD, Chery, Wuling, Geely, GAC Indonesia dan beberapa produsen China lainnya mulai membentuk kekuatan besar jika angka mereka digabungkan.

GIIAS 2026 sendiri berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada akhir Juli hingga 9 Agustus 2026. Ajang tahun ini menghadirkan puluhan merek kendaraan dan menjadi salah satu pameran otomotif terbesar di Indonesia. GAIKINDO mencatat 43 merek kendaraan penumpang ikut meramaikan pameran tahun ini, termasuk banyak pemain baru dari China.

Mobil China Jadi Kekuatan Baru di GIIAS 2026

Dominasi merek China tidak datang dari satu produsen saja. Beberapa perusahaan berhasil membukukan ribuan pesanan selama GIIAS 2026.

BYD mencatat lebih dari 4.000 SPK. Angka tersebut menempatkan BYD sebagai salah satu merek dengan pemesanan tertinggi setelah Toyota. Chery mengikuti dengan sekitar 3.500 SPK, sedangkan Wuling mengumpulkan 3.290 SPK.

Geely Group juga mencatat hasil kuat dengan 3.033 SPK. GAC Indonesia membukukan sekitar 2.170 SPK, Changan meraih 1.120 SPK, Jetour mencatat 1.038 SPK, dan iCAR mengklaim lebih dari 1.000 SPK. Sejumlah merek lain seperti MG, DFSK dan BAIC ikut menambah total pemesanan produsen China.

Jika angka tersebut digabungkan, perolehan merek China sudah melewati 21.000 unit.

Namun, angka ini perlu dibaca dengan tepat. Hingga laporan terbaru muncul, GAIKINDO belum merilis angka final keseluruhan SPK GIIAS 2026. Jumlah lebih dari 21 ribu tersebut berasal dari akumulasi laporan pemesanan yang diumumkan masing-masing merek, bukan satu tabel penjualan resmi GAIKINDO.

Toyota Masih Memimpin Secara Individu

Merek China unggul secara agregat, tetapi Toyota masih memegang posisi teratas jika konsumen membandingkan performa masing-masing merek.

Toyota mengumpulkan 6.175 SPK selama GIIAS 2026. Jumlah itu lebih tinggi dari perolehan satu merek China mana pun dalam pameran yang sama.

Hal menarik justru muncul dari komposisi kendaraan yang konsumen pesan.

Produk elektrifikasi menyumbang sekitar 56 persen dari total SPK Toyota pada GIIAS tahun ini. Persentase itu meningkat tajam dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Pada GIIAS 2024, kendaraan elektrifikasi baru menyumbang sekitar 27 persen dari pemesanan Toyota.

Kijang Innova tetap menjadi salah satu kontributor terbesar. Toyota membukukan sekitar 2.221 pemesanan untuk lini Innova, dan Innova Zenix Hybrid menyumbang 1.669 unit di antaranya.

Data tersebut menunjukkan satu tren penting: konsumen Indonesia tidak hanya mempertimbangkan merek ketika membeli mobil baru. Teknologi elektrifikasi mulai memengaruhi keputusan pembelian secara lebih kuat.

BYD, Chery dan Wuling Bersaing Ketat

BYD menjadi salah satu pemain China yang paling menonjol selama GIIAS 2026. Produsen kendaraan listrik tersebut mengklaim memperoleh lebih dari 4.000 SPK selama pameran. Salah satu model yang menarik banyak pemesan yaitu BYD M6 DM dengan kontribusi lebih dari 850 unit.

Chery berada tidak jauh di belakang. Produsen tersebut mencatat sekitar 3.500 SPK atau tumbuh dibandingkan pencapaiannya pada GIIAS 2025.

Wuling juga mempertahankan posisinya sebagai pemain penting di pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia. Perusahaan membukukan 3.290 SPK, dengan Wuling Aira EV menjadi penyumbang terbesar sekitar 2.238 unit.

Hasil tersebut memperlihatkan strategi yang semakin jelas. Produsen China tidak lagi hanya membawa produk ke segmen premium. Mereka mulai bertarung di berbagai rentang harga dan menawarkan kendaraan listrik dengan pilihan yang semakin luas.

Konsumen akhirnya memiliki lebih banyak alternatif ketika mencari kendaraan elektrifikasi dengan harga yang sesuai anggaran.

Geely dan Changan Mulai Menunjukkan Taring

Persaingan tidak berhenti pada BYD, Chery dan Wuling.

Geely Group berhasil mencatat 3.033 SPK selama GIIAS 2026. Angka tersebut melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan pencapaiannya pada GIIAS tahun sebelumnya. Geely EX2 menjadi salah satu penyumbang terbesar dan mengambil sekitar 70 persen dari total pemesanan grup tersebut.

Changan juga menarik perhatian. Merek tersebut mengumpulkan 1.120 SPK, dengan Changan Nevo Q05 menyumbang 876 unit atau sekitar 78 persen dari total pesanan perusahaan selama pameran.

Hasil itu menunjukkan bahwa merek yang relatif baru masih memiliki peluang besar di Indonesia. Produk yang menawarkan desain menarik, teknologi elektrifikasi dan harga kompetitif mampu mendapat respons cepat dari konsumen.

Kondisi tersebut juga membuat persaingan semakin sulit bagi pemain lama.

Elektrifikasi Mulai Mengubah Pilihan Konsumen Indonesia

Salah satu benang merah dari GIIAS 2026 muncul pada kendaraan elektrifikasi.

Mobil listrik baterai atau BEV semakin mudah ditemukan pada berbagai segmen harga. Mobil hybrid juga terus mendapat tempat karena menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa membuat penggunanya bergantung penuh pada infrastruktur pengisian daya.

Toyota menjadi contoh menarik. Penjualan mobil hybrid Toyota selama GIIAS meningkat dan lebih dari separuh SPK perusahaan berasal dari produk elektrifikasi. GAIKINDO menilai tingginya permintaan tersebut menunjukkan penerimaan konsumen Indonesia terhadap kendaraan hybrid yang semakin kuat.

Merek China mengambil pendekatan berbeda. Banyak produsen langsung menjadikan kendaraan listrik sebagai produk unggulan.

Strategi tersebut mulai membentuk persaingan baru: merek Jepang mengembangkan teknologi hybrid dan elektrifikasi secara bertahap, sedangkan banyak merek China bergerak agresif melalui mobil listrik dengan fitur lengkap serta harga yang kompetitif.

Konsumen Kini Punya Lebih Banyak Pilihan Mobil

Masuknya banyak merek baru memberi dampak positif bagi konsumen.

Produsen tidak bisa lagi hanya mengandalkan nama besar. Mereka harus menawarkan teknologi, desain, layanan purnajual, harga dan fitur yang mampu menarik pembeli.

Persaingan tersebut terlihat jelas di GIIAS 2026. Toyota masih kuat, Mitsubishi membukukan sekitar 3.212 SPK, Suzuki mencapai 1.336 SPK dan Isuzu memperoleh sekitar 1.180 SPK. Di saat bersamaan, BYD, Chery, Wuling dan Geely bergerak semakin dekat dengan pemain yang sudah lama menguasai pasar.

Situasi ini berpotensi mendorong produsen memberikan lebih banyak pilihan varian, teknologi keselamatan, fitur hiburan hingga skema pembelian yang semakin kompetitif.

GIIAS 2026 Jadi Sinyal Perubahan Pasar Otomotif

Hasil SPK GIIAS 2026 belum otomatis menggambarkan keseluruhan penjualan mobil nasional. SPK selama pameran hanya menunjukkan minat konsumen dalam periode tertentu.

Namun, angka tersebut memberikan sinyal yang sulit diabaikan.

Lebih dari 21 ribu pesanan yang dikumpulkan gabungan sejumlah merek China memperlihatkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap pemain baru. Pada saat yang sama, tingginya kontribusi kendaraan elektrifikasi di merek lama menunjukkan perubahan preferensi tidak hanya terjadi karena asal produsennya.

Teknologi, efisiensi, harga dan kelengkapan fitur mulai memainkan peran yang semakin besar.

Toyota masih memimpin secara individual dengan 6.175 SPK, tetapi kompetisi di belakangnya semakin rapat. BYD sudah melewati 4.000 pesanan, Chery mencapai sekitar 3.500 unit, Wuling meraih 3.290 unit dan Geely menyentuh 3.033 unit.

GIIAS 2026 akhirnya memberikan gambaran tentang arah baru pasar otomotif Indonesia. Pemain lama masih memiliki basis konsumen yang kuat, tetapi merek China kini tidak lagi sekadar menjadi pendatang.

Mereka sudah menjadi bagian penting dari persaingan pasar.

Jika tren elektrifikasi, ekspansi jaringan penjualan dan perang harga terus berlanjut, persaingan mobil di Indonesia sepanjang sisa 2026 bisa semakin ketat. Konsumen menjadi pihak yang paling diuntungkan karena pilihan produk terus bertambah dan setiap produsen harus menawarkan nilai lebih untuk memenangkan pasar.

Share This Article