Ad image

Ahli ITB Ungkap Bahaya Campur Bensin Pertalite dengan Pertamax Ternyata Efeknya Ada Dua Kerugian

Aulia Maharani
5 Min Read

Banyak pemilik kendaraan yang masih percaya bahwa mengoplos dua jenis bahan bakar berbeda akan menghasilkan performa mesin yang lebih bertenaga namun tetap hemat biaya. Fenomena ini sering kita jumpai di masyarakat yang mencoba meningkatkan nilai oktan secara mandiri tanpa memperhitungkan risiko teknis. Namun, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) secara tegas memperingatkan risiko di balik kebiasaan tersebut. Tindakan campur bensin Pertalite dengan Pertamax ternyata justru membawa dampak buruk yang bisa merusak kesehatan jantung pacu kendaraan Anda secara perlahan.

Kerugian Pertama: Hilangnya Efektivitas Zat Aditif

Setiap jenis bahan bakar yang diproduksi oleh kilang minyak sudah memiliki formulasi zat aditif yang spesifik sesuai dengan peruntukannya. Pertamax memiliki zat aditif pembersih mesin yang lebih kompleks dibandingkan dengan Pertalite untuk menjaga ruang bakar tetap bersih. Saat Anda melakukan campur bensin Pertalite dengan Pertamax, komposisi kimiawi dari kedua bahan bakar tersebut akan menjadi kacau dan tidak stabil. Akibatnya, zat aditif pembersih yang seharusnya bekerja maksimal justru menjadi tidak efektif sama sekali di dalam tangki motor.

Hilangnya fungsi aditif ini akan menyebabkan penumpukan kerak karbon di dalam ruang bakar menjadi lebih cepat dari biasanya. Kerak yang menumpuk akan mengganggu proses pembakaran dan membuat performa tarikan kendaraan terasa semakin berat seiring berjalannya waktu. Anda mungkin merasa telah menghemat uang, namun sebenarnya Anda sedang merusak sistem kebersihan mesin dari dalam. Inilah alasan mengapa para ahli sangat menyarankan untuk menggunakan satu jenis bahan bakar saja secara konsisten sesuai dengan rasio kompresi mesin kendaraan Anda.

Kerugian Kedua: Pembakaran yang Tidak Sempurna dan Knocking

Kerugian kedua yang sangat fatal adalah terjadinya ketidaksesuaian waktu pembakaran di dalam silinder mesin atau yang sering kita sebut dengan istilah knocking (ngelitik). Setiap mesin kendaraan dirancang untuk bekerja secara optimal pada nilai oktan yang spesifik dan stabil. Saat Anda campur bensin Pertalite dengan Pertamax, nilai oktan akhir yang dihasilkan menjadi tidak menentu dan sulit terbakar secara merata. Hal ini memicu ledakan pembakaran yang mendahului waktu seharusnya, sehingga memberikan tekanan berlebih pada piston dan stang seher.

Gejala knocking yang terus-menerus akan menyebabkan suhu mesin meningkat drastis atau mengalami overheat. Dalam jangka panjang, getaran akibat pembakaran yang tidak sempurna ini bisa membuat piston retak atau bahkan bolong. Biaya perbaikan untuk kerusakan mesin akibat salah bahan bakar tentu jauh lebih mahal daripada selisih harga bensin yang Anda bayar di SPBU. Oleh karena itu, memahami kebutuhan spesifikasi mesin adalah langkah paling bijak bagi setiap pemilik kendaraan di Indonesia saat ini.

Cara Memilih Bahan Bakar yang Tepat untuk Kendaraan

Langkah paling sederhana adalah dengan membuka buku manual kendaraan Anda dan melihat rekomendasi rasio kompresi mesin yang tertera. Mesin dengan rasio kompresi tinggi (di atas 10:1) sangat wajib menggunakan bahan bakar oktan tinggi seperti Pertamax atau di atasnya. Sebaliknya, mesin lama dengan kompresi rendah masih bisa mentoleransi penggunaan bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah tanpa masalah berarti. Konsistensi dalam memilih satu jenis bahan bakar akan membuat sistem kontrol emisi dan sensor pada mesin modern tetap bekerja secara akurat.

Jika Anda terpaksa harus mengganti jenis bahan bakar, sebaiknya habiskan dulu sisa bensin yang ada di dalam tangki hingga mencapai batas minimal. Jangan membiasakan diri untuk terus-menerus berganti jenis bensin atau bahkan mencampurnya di dalam satu tangki yang sama secara rutin. Perawatan mesin yang baik dimulai dari apa yang Anda masukkan ke dalam tangki bahan bakar kendaraan Anda setiap harinya. Dengan mengikuti anjuran ahli teknis, kendaraan Anda akan memiliki usia pakai yang jauh lebih panjang dan tetap bertenaga saat Anda gunakan.

Kesimpulan: Hindari Oplosan demi Kesehatan Mesin

Pernyataan dari ahli ITB mengenai bahaya campur bensin Pertalite dengan Pertamax harus menjadi perhatian serius bagi kita semua. Efek buruk yang muncul seringkali tidak terlihat secara instan, namun akan menumpuk menjadi kerusakan besar di masa depan. Jangan korbankan keselamatan dan performa kendaraan Anda hanya demi penghematan yang bersifat semu dan tidak mendasar secara teknis. Tetaplah menjadi pengendara yang cerdas dengan selalu mengutamakan penggunaan bahan bakar sesuai dengan spesifikasi pabrikan resmi demi kenyamanan berkendara.

Share This Article