Ad image

Chery Gebrak Dunia EV: Siapkan Baterai Solid-State dengan Jarak Tempuh 1.500 Km

Bima Saputra
5 Min Read

Carbuotomotif – Produsen otomotif asal China, Chery, sedang menyiapkan langkah besar dalam industri kendaraan listrik (EV). Mereka mengabarkan sedang mengembangkan teknologi baterai solid-state yang sangat mutakhir. Teknologi ini memungkinkan mobil listrik menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Jarak ini jauh melampaui kemampuan rata-rata mobil listrik yang ada di pasaran saat ini.

Mengutip publikasi dari Drive, Chery terus mematangkan prototipe baterai revolusioner tersebut. Saat ini, prototipe baterai solid-state mereka telah mencapai kepadatan energi 400 watt-jam per kilogram. Namun, Chery tidak berhenti di situ saja. Mereka memasang target lebih tinggi, yaitu mencapai 600 watt-jam per kilogram pada iterasi berikutnya.

Chery Bikin Geger! Mobil...
Perbandingan Signifikan dengan Baterai Konvensional

Sebagai perbandingan, baterai lithium-ion standar yang ada saat ini hanya memiliki kepadatan energi terbatas. Biasanya, kepadatan energi baterai tersebut berkisar antara 250 hingga 300 watt-jam per kilogram. Dengan angka 400 hingga 600 watt-jam per kilogram, baterai Chery menawarkan lonjakan performa yang sangat drastis.

Kepadatan energi yang lebih tinggi berarti baterai bisa menyimpan lebih banyak tenaga dalam bobot yang lebih ringan. Hal ini menjadi kunci utama mengapa mobil listrik Chery nantinya bisa melaju hingga 1.500 kilometer. Angka ini setara dengan perjalanan dari Jakarta menuju ujung timur Pulau Jawa dan kembali lagi tanpa perlu sering mampir ke stasiun pengisian.

Mengenal Jajaran Baterai ‘Rhino’ Terbaru

Teknologi baterai solid-state ini merupakan bagian dari keluarga baterai baru Chery bernama ‘Rhino’. Jajaran Rhino tidak hanya fokus pada satu jenis teknologi saja. Chery juga menyiapkan paket baterai khusus untuk kendaraan hybrid melalui Seri H.

Baterai Seri H ini menjanjikan kemampuan jelajah yang luar biasa hingga 2.000 kilometer untuk mobil hybrid. Selain itu, ada juga Seri E yang fokus pada pengembangan baterai lithium-ion konvensional dengan standar kualitas lebih tinggi. Diversifikasi ini menunjukkan ambisi Chery untuk menguasai berbagai segmen kendaraan ramah lingkungan di masa depan.

Kecepatan Pengisian Daya dan Daya Tahan Luar Biasa

Salah satu masalah utama pengguna mobil listrik adalah waktu pengisian daya yang lama. Chery mencoba menjawab tantangan tersebut melalui teknologi pengisian kilat. Mereka mengklaim baterai terbarunya mampu menambah jarak tempuh 500 km hanya dalam waktu delapan menit.

Meskipun belum jelas apakah fitur ini berlaku untuk semua jenis baterai Rhino, angka tersebut tetap sangat mengesankan. Selain cepat, baterai ini juga memiliki daya tahan yang sangat panjang. Chery merancang teknologinya agar mendukung hingga 5.000 siklus pengisian daya. Artinya, baterai tersebut memiliki usia pakai yang sangat lama sebelum performanya mulai menurun.

Pengujian Ketat demi Keamanan Konsumen

Chery memahami bahwa performa tinggi harus dibarengi dengan aspek keamanan yang mumpuni. Oleh karena itu, jajaran baterai Rhino akan melewati serangkaian pengujian ekstrem dalam kondisi nyata. Tim teknis akan menguji baterai dalam suhu yang sangat tinggi maupun suhu di bawah titik beku.

Paparan garam, simulasi tabrakan, hingga benturan pada bagian bawah bodi menjadi menu wajib pengujian. Chery juga akan melakukan simulasi perendaman air untuk memastikan baterai tetap aman saat melewati banjir. Menariknya, sebagian besar proses pengujian awal akan berlangsung secara virtual melalui simulasi komputer yang canggih. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses pengembangan tanpa mengurangi akurasi hasil tes.

Dampak Bagi Industri Otomotif Global

Kehadiran baterai dengan jarak tempuh 1.500 km akan mengubah peta persaingan otomotif global. Pengguna tidak perlu lagi merasa khawatir dengan jarak tempuh atau range anxiety. Konsumen akan merasa lebih percaya diri untuk beralih dari mobil mesin bensin ke mobil listrik sepenuhnya.

Inovasi Chery ini juga memaksa produsen lain untuk terus berinovasi. Persaingan sehat dalam pengembangan baterai akan menguntungkan konsumen karena harga teknologi akan semakin terjangkau. Chery kini berdiri di gardan terdepan dalam membuktikan bahwa kendaraan listrik bisa lebih praktis daripada kendaraan konvensional.

Langkah Chery melalui proyek Rhino merupakan bukti nyata keseriusan mereka. Mereka tidak hanya sekadar membuat mobil, tetapi juga menciptakan ekosistem energi yang lebih baik. Dengan dukungan riset yang masif, impian mengendarai mobil listrik lintas provinsi tanpa kendala daya akan segera terwujud.

Kita tinggal menunggu kapan teknologi ini siap diproduksi secara massal dan masuk ke pasar Indonesia. Jika Chery berhasil memboyong teknologi ini ke tanah air, peta pasar EV nasional pasti akan berubah drastis. Masyarakat akan mendapatkan kendaraan yang efisien, canggih, dan tentu saja ramah lingkungan dengan daya jelajah tanpa batas.

Share This Article