Ad image

Perbedaan Wuling Darion EV dan PHEV: Panduan Beli

Sekar Melati
5 Min Read

Perbedaan Wuling Darion EV dan PHEV: Panduan Beli Wuling Motors kembali membuat kejutan besar di Indonesia. Pabrikan ini baru saja merilis mobil bernama Wuling Darion. Kendaraan ini adalah tipe MPV keluarga yang sangat mewah. Selanjutnya, mobil ini menawarkan ruang kabin yang sangat lega. Pintu belakangnya juga sudah memakai sistem geser otomatis.

Namun, Wuling Darion tidak memakai mesin bensin biasa. Mobil ini hadir dalam dua pilihan teknologi modern. Anda bisa memilih tipe EV murni atau Plug-in Hybrid (PHEV). Keduanya dirakit langsung di pabrik Cikarang.

Oleh karena itu, banyak orang merasa bingung saat memilihnya. Kedua tipe ini memiliki keunggulan yang sangat berbeda. Mari kita bahas perbedaan spesifikasinya secara detail di bawah ini.

1. Beda Mesin dan Tenaga Penggerak

Perbedaan pertama ada pada sumber tenaga utamanya. Wuling Darion EV murni memakai tenaga baterai sepenuhnya.

  • Tenaga EV: Mobil ini memakai motor listrik berdaya 150 kW. Tenaga ini setara dengan 201 daya kuda. Selain itu, torsi maksimalnya mencapai 310 Nm. Tarikan awalnya pasti sangat responsif dan instan.

Sebaliknya, tipe PHEV memakai dua sumber tenaga sekaligus.

  • Tenaga PHEV: Mobil ini menggabungkan mesin bensin 1.498 cc dan motor listrik. Motor listriknya sendiri menghasilkan daya sebesar 145 kW. Selanjutnya, torsi motor ini menyentuh angka 230 Nm. Gabungan kedua mesin ini membuat tarikannya sangat stabil.

2. Kapasitas Baterai dan Jarak Tempuh

Faktor baterai juga menjadi pembeda yang sangat penting. Wuling Darion tipe EV memakai baterai berukuran sangat besar. Kapasitas baterai tipe ini mencapai 69,2 kWh. Oleh karena itu, mobil ini bisa melaju sejauh 540 kilometer. Bahkan, mobil ini sudah mendukung fitur isi daya super cepat.

Sementara itu, tipe PHEV memakai baterai yang lebih kecil. Kapasitasnya hanya sebesar 20,5 kWh. Jika hanya memakai mode listrik, jarak tempuhnya sekitar 125 kilometer.

Meski begitu, Anda tidak perlu panik kehabisan baterai di jalan. Tipe PHEV masih memiliki tangki bensin sebesar 52 liter. Gabungan bensin penuh dan baterai penuh bisa mencapai 1.000 kilometer. Jarak tempuh ini tentu sangat luar biasa jauh.

3. Tampilan Wajah Bagian Depan

Bentuk bodi kedua mobil ini sebenarnya sangat mirip. Keduanya memiliki panjang bodi sekitar lima meter. Ruang kabin di dalamnya otomatis terasa sangat luas. Selain itu, desain lampu depan dan belakangnya juga sama persis.

Akan tetapi, bagian wajah depannya memiliki perbedaan yang mencolok.

  • Wajah PHEV: Tipe ini memakai gril berdesain jaring terbuka. Kisi udara ini berfungsi penting untuk mendinginkan suhu mesin bensin.

  • Wajah EV: Tipe ini memiliki bumper depan yang tertutup rapat. Desain mulus ini bertujuan untuk memecah angin dengan lebih baik.

4. Sistem Transmisi Penyalur Tenaga

Sistem transmisi ke roda depan juga sangat berbeda. Tipe EV memakai sistem transmisi reduksi gigi tunggal. Sistem ini memang sangat umum dipakai pada mobil listrik. Oleh karena itu, laju mobil akan terasa sangat halus. Anda tidak akan merasakan efek hentakan pindah gigi sama sekali.

Sementara itu, tipe PHEV memakai transmisi khusus mobil hybrid. Transmisi pintar ini bernama Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Alat ini otomatis membagi beban tenaga bensin dan tenaga listrik. Hasilnya, mobil akan selalu tangguh saat melewati tanjakan curam.

5. Kesamaan Fitur Kabin dan Keselamatan

Meski mesinnya berbeda, fitur kenyamanan kabinnya tetap sama mewahnya. Kedua mobil ini memakai formasi tempat duduk 2+2+3. Semua kursinya sudah dilapisi bahan kulit sintetis yang tebal.

Pada tipe tertinggi, baris kedua memakai model captain seat. Kursi mewah ini bisa diatur maju mundur secara elektrik. Bahkan, kursi ini memiliki fitur kipas pendingin di bagian punggungnya.

Di samping itu, fitur keselamatannya sangat canggih dan lengkap. Rangka bodi mobil memakai bahan baja yang sangat kuat. Fitur radar keselamatan ADAS Level 2 juga sudah tersedia. Hiburan kabinnya mengandalkan layar sentuh besar berukuran 12,8 inci.

Kesimpulan: Pilih EV atau PHEV?

Kesimpulannya, pilihan terbaik murni bergantung pada rutinitas harian Anda. Jika Anda hanya sering berkendara di dalam kota, pilihlah tipe EV. Mobil listrik ini sangat menghemat biaya operasional bulanan Anda. Jarak tempuh 540 kilometer juga sudah lebih dari cukup.

Sebaliknya, tipe PHEV sangat cocok bagi penggemar touring luar kota. Kehadiran tangki bensin menghilangkan rasa cemas di jalan tol panjang. Total jarak tempuh 1.000 kilometer memberikan rasa bebas tanpa batas. Anda tinggal menyesuaikan pilihan dengan gaya hidup keluarga saja.

Share This Article