Ad image

Wuling Perkuat Komponen Lokal, Target TKDN Mobil Listrik 60 Persen pada 2027

Bima Saputra
7 Min Read

Wuling Kejar TKDN 60 Persen, Mobil Listrik Lokal Makin Siap Hadapi 2027

Wuling Motors terus mempersiapkan strategi untuk memenuhi target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 60 persen pada mobil listrik mulai 2027. Produsen otomotif asal China tersebut memperkuat penggunaan komponen lokal sekaligus mengembangkan jaringan pemasok di Indonesia.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan kandungan lokal pada kendaraan listrik. Pemerintah ingin industri otomotif tidak hanya melakukan perakitan kendaraan di dalam negeri, tetapi juga melibatkan lebih banyak industri lokal dalam rantai produksinya.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023, pemerintah menargetkan mobil listrik roda empat atau lebih memiliki TKDN minimal 60 persen pada periode 2027-2029. Target tersebut menjadi salah satu tantangan bagi produsen kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia.

Bagi Wuling, peningkatan TKDN bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Wuling sudah menjalankan produksi kendaraan di Indonesia dan terus meningkatkan penggunaan komponen dari pemasok lokal.

Wuling Perkuat Komponen Lokal

Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian mengatakan perusahaan akan mengikuti roadmap pemerintah terkait peningkatan TKDN kendaraan listrik. Wuling juga terus melihat peluang untuk memperluas penggunaan komponen buatan dalam negeri.

Saat ini, Wuling bekerja sama dengan lebih dari 80 pemasok lokal. Jaringan tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kandungan lokal pada kendaraan yang mereka produksi di Indonesia.

Keberadaan pemasok lokal juga membantu Wuling membangun rantai pasok yang lebih kuat. Semakin banyak komponen lokal yang masuk ke dalam proses produksi, semakin besar pula peluang perusahaan memenuhi target TKDN yang pemerintah tetapkan.

Wuling juga mulai mengarahkan strategi lokalisasinya pada sejumlah komponen penting kendaraan listrik. Salah satunya adalah baterai yang menjadi bagian utama dalam kendaraan berbasis listrik.

Selain baterai dan interior, Wuling menggunakan komponen lain seperti ban dari produsen dalam negeri. Penggunaan berbagai komponen lokal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan secara bertahap memperluas kontribusi industri dalam negeri dalam proses produksi kendaraan listrik.

Baterai Jadi Bagian Penting

Peningkatan TKDN mobil listrik tidak hanya berkaitan dengan proses perakitan kendaraan. Komponen utama seperti baterai memiliki peran penting dalam meningkatkan persentase kandungan lokal.

Karena itu, Wuling menjadikan lokalisasi baterai sebagai salah satu langkah strategis untuk memenuhi target pemerintah. Baterai sendiri menjadi salah satu komponen paling penting dalam kendaraan listrik karena berhubungan langsung dengan sistem penggerak kendaraan.

Wuling sebelumnya juga telah mengembangkan aktivitas produksi kendaraan listrik di Indonesia. Penguatan rantai pasok lokal membantu perusahaan meningkatkan kemampuan produksi sekaligus membuka peluang bagi pemasok dalam negeri.

Selain baterai dan interior, Wuling menggunakan komponen lain seperti ban dari produsen lokal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ekosistem pemasok Wuling di Indonesia terus berkembang.

Pengembangan pemasok lokal juga dapat memberikan manfaat bagi industri otomotif secara keseluruhan. Ketika produsen meningkatkan kebutuhan komponen dalam negeri, pemasok lokal memiliki peluang untuk memperbesar kapasitas produksi dan meningkatkan kualitas produknya.

Target TKDN Mobil Listrik Naik Bertahap

Pemerintah tidak langsung menetapkan angka 60 persen sebagai target awal. Untuk mobil listrik roda empat atau lebih, pemerintah menetapkan TKDN minimum 40 persen pada periode 2022-2026.

Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 60 persen pada 2027-2029. Setelah itu, pemerintah kembali menaikkan target menjadi 80 persen mulai 2030.

Artinya, produsen mobil listrik memiliki waktu terbatas untuk memperkuat rantai pasok lokal sebelum memasuki tahap regulasi berikutnya. Produsen juga perlu memastikan pemasok lokal mampu memenuhi kebutuhan produksi dalam jumlah besar.

Kenaikan target TKDN mendorong produsen untuk memperdalam proses produksi di Indonesia. Mereka tidak cukup hanya melakukan perakitan kendaraan, tetapi juga perlu meningkatkan penggunaan komponen yang berasal dari industri dalam negeri.

Kebijakan tersebut sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan industri kendaraan listrik yang lebih mandiri.

Tantangan Industri Mobil Listrik Indonesia

Mengejar TKDN 60 persen tentu bukan pekerjaan mudah. Produsen harus memastikan ketersediaan komponen lokal dalam jumlah dan kualitas yang sesuai kebutuhan produksi.

Di sisi lain, pemasok lokal juga perlu meningkatkan kapasitas agar mampu memenuhi standar industri otomotif global. Mereka harus menjaga kualitas produk sekaligus memenuhi kebutuhan produksi secara konsisten.

Semakin tinggi volume produksi kendaraan listrik, industri berharap biaya komponen lokal menjadi lebih efisien. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia.

Bagi Wuling, keberadaan puluhan pemasok lokal menjadi modal penting untuk menghadapi peningkatan target TKDN. Perusahaan dapat memperluas kerja sama dengan pemasok yang sudah ada sekaligus mencari peluang baru untuk meningkatkan kandungan lokal.

Dampak bagi Industri Otomotif Nasional

Peningkatan kandungan lokal pada mobil listrik berpotensi memberikan dampak lebih luas bagi industri nasional. Ketika semakin banyak komponen berasal dari dalam negeri, kebutuhan terhadap industri pendukung juga ikut meningkat.

Kondisi tersebut membuka peluang pertumbuhan bagi sektor manufaktur komponen, elektronik, material kendaraan hingga industri baterai. Pertumbuhan sektor tersebut dapat menciptakan rantai ekonomi baru di sekitar industri kendaraan listrik.

Pemerintah juga berharap kebijakan ini dapat mengurangi ketergantungan industri otomotif terhadap komponen impor sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.

Dengan target 60 persen pada 2027 dan 80 persen mulai 2030, pemerintah mendorong Indonesia membangun ekosistem produksi mobil listrik yang lebih mandiri.

Wuling Bersiap Hadapi Era Mobil Listrik Lokal

Wuling menjadi salah satu produsen yang telah memiliki pengalaman memproduksi mobil listrik di Indonesia. Dengan dukungan lebih dari 80 pemasok lokal serta fokus pada lokalisasi komponen seperti baterai dan interior, perusahaan berupaya mengikuti perubahan regulasi secara bertahap.

Target TKDN 60 persen pada 2027 tidak hanya menjadi tantangan bagi Wuling, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi industri kendaraan listrik Indonesia.

Jika perusahaan terus memperluas penggunaan komponen lokal dan memperkuat kerja sama dengan pemasok dalam negeri, Wuling memiliki peluang untuk memenuhi target tersebut. Pada saat yang sama, langkah tersebut dapat ikut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Share This Article